
Resensi Novel
Judul Buku : Autumn in Paris
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 265 halaman
Harga : Rp 38.500
Paris Kota Cinta
Autumn in Paris merupakan karya kedua dari Ilana Tan, yang sebelumnya telah menulis novel berjudul Summer in Seoul. Meskipun terlihat mirip, tapi cerita dari kedua novel ini tidak saling berkelanjutan.
Novel ini bercerita tentang kisah percintaan antara Tara Dupont, seorang penyiar radio di Paris, dan Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek dari Jepang. Mereka bertemu di Paris saat Tatsuya datang kesana untuk urusan pekerjaan. Tatsuya merupakan teman dari Sebastian, yakni sahabat Tara Dupont. Sebastianlah yang memperkenalkan mereka berdua.
Setelah diperkenalkan oleh Sebastian, beberapa hari kemudian Tara dan Tatsuya bertemu secara kebetulan. Mereka pun jalan-jalan bersama. Hari-hari berikutnya mereka sering bertemu tanpa sepengetahuan Sebastian. Maka timbullah perasaan cinta di antara mereka.
Perasaan itu pun semakin dalam setelah mereka mengenal satu sama lain. Juga karena seringnya mereka bertemu dan mereka memiliki banyak kecocokan.
Selain datang untuk urusan pekerjaan, Tatsuya juga sering datang ke Paris untuk mencari seseorang yang telah menghancurkan hidupnya. Sudah bertahun-tahun ia mencari orang itu namun ia belum menemukannya. Ibunya sudah memberikan nomor telepon orang tersebut kepadanya, namun ia belum berani untuk menghubungi orang itu.
Sampai suatu saat ia memberanikan diri menelpon orang tersebut dan mengajaknya bertemu. Ketika mereka bertemu, Tatsuya menjelaskan bahwa ia adalah anak kandung lelaki tersebut. Ibunya bertemu lelaki itu di Jepang ketika lelaki itu datang ke Jepang untuk berlibur dan ia jatuh cinta pada ibu Tatsuya. Namun ketika liburan berakhir, ia kembali ke Paris dan meninggalkan ibu Tatsuya – yang ternyata sedang hamil – tanpa kabar. Setelah mendengar penjelasan itu, lelaki itu meminta maaf karena ia tidak tahu hal itu sama sekali dan ia menerima Tatsuya sebagai anak. Betapa lega hati Tatsuya setelah mengatakan hal yang selama ini ia takutkan. Ia takut bahwa ayah kandungnya tidak menerimanya sebagai anak.
Beberapa hari kemudian Tara mengajak Tatsuya ke pesta di sebuah bar milik ayahnya bersama teman-temannya. Dengan senang Tatsuya pun menerima ajakan tersebut. Ketika sedang asyik berpesta, datanglah ayah Tara. Betapa terkejutnya Tatsuya setelah ia melihat ayah Tara. Ayah Tara adalah ayahnya. Pria yang selama bertahun-tahun ia cari.
Keunggulan novel ini adalah ceritanya yang dapat membuat kita terhanyut di dalamnya, sehingga kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh utama. Bahasa yang digunakan seperti bahasa terjemahan. Karena latar novel ini adalah di Paris, maka di dalam novel ini terdapat beberapa kata dari bahasa Prancis beserta artinya. Penokohannya bersifat dramatis, yaitu melalui cerita-cerita yang ada di dalamnya, bukan dijelaskan secara langsung. Cover dan cerita novel ini bagus. Biasanya cover tidak menggambarkan isi novel. Misalnya covernya bagus tetapi isinya tidak, begitu juga sebaliknya.
Labels: Resensi Novel - Autumn in Paris